skip to main | skip to sidebar

Julhan Sifadi

Aspirasi & Inspirasi

Pages

  • Beranda
 
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • PIN BB
  • 23a000af
  • Line Telp
    • 0813 4156 3334
    • 0815 6611772
  • email
    • julhansifadi@yahoo.com
Saturday, 31 May 2014

Ketika Hati Terlelap

Posted by Julhan Sifadi at 01:41 – 1 comments
 
Setiap lamunan pembawa mimpi kau sambar satu persatu tanpa bekas bahkan anginpun tak mampu mendeteksi langkahmu. Tahukah.? kau terlalu kejam untuk mengungkap tabir dalam kehidupan ini. Terlalu egois untuk mengatur malam yang menemaminu bermimpi. 

Perlahan kau buktikan emosimu untuk pikiran-pikiran keji yang menggerogoti keteguhanmu. Kau merongrong dalam lamunan gelap diujung sana tanpa cahaya setitikpun. Bulanpun bersedih, seolah kau menghianatiinya. Apakah kau berharap lilin tanpa memegang uang sepersenpun.? Lalu ia akan datang bersama korek kayu bergambar Gatot Katja tahun 70an.?

Tidak….tidak….aku tahu kau tak menginginkan itu. Ada banyak oksigen murni yang bisa kau hirup tanpa mereka memintamu membayar. Dan jangan kau jangkrik-jangkrik kecil untuk menemanimu dikeheningan. Ingatlah keberisikan mereka banyak melelapkan tidur bayi-bayi tak berdosa dimuka bumi ini. 

Ahh….kau berhayal terlalu banyak. Rasanya mustahil semut-semut merah terbangun karena kicauan merpati mala mini. Tidurlah, dan bermimpilah setinggi langit agar kau merasakan betapa empuknya kasur yang kubeli dengan harga Rp.125 ribu itu. Kau tersenyum kan.? Itu sudah pasti walaupun aku menopang pundakku disebuah meja tua agar ia tak jujur dengan letihnya.

Jari-jari yang lentik bersandarlah, bahwa kau kini tengah aman berada ditengah pelukan guling-guling kecil dari desa seberang. Kau tahu? Bahwa sebenarnya aku tak tega melihat itu lagi. Aku bosan….aku jenuh….tapi aku takut mendustakanNya. Terlalu banyak benda-benda gratis yang telah menopang senyumku di bumi ini. 

Oh yah, aku lupa akan satu hal bahwa masih ada bintang-bintang yang berani bersinar ditengah timbunan awan dan guncangan petir di angasa sana. Raihlah mereka sebelum ia pergi dan bersorak di ruang TK Kelas nol kecil. 

Apakah kau akan mengaamiinkan? 

Yah..mungkin harus, karena guncangan ombak akan mengantar perahu itu ke dermaga tanpa lelah kau mendayung. Dan percayalah bahwa jari-jari ini tercipta untuk berlari dan terus berlari hingga ia terhenti dan berkata aku telah tiba. 

Lalu, pantaskah kau menangis? Dunia ini terlalu lelah untuk menampung air mata. Lihatlah nyamuk-nyamuk penggigit itu, ia menyakitimu untuk bertahan hidup lalu tanpa ragu ia menyerahkan nyawanya. Andai dia mampu berteriak dan menangis, maka gitarkupun tak butuh drum untuk mengawalmu bernyanyi. 

Dia terlalu adil untuk mengatur rautmu, dan percayalah bahwa tabir mimpimu akan tersingkap dibalik langit itu. Disanalah jawabannya.

Oleh : Julhan Sifadi
Labels: Puisi, Renungan Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

One Response so far.

  1. Irma Muhsen says:
    27 October 2017 at 10:13

    Love it

Leave a Reply

Newer Post Older Post
Subscribe to: Post Comments (Atom)
  • Terpopuler
  • Terbaru
  • Arsip

Popular Posts

  • Beranda

Tenun Buton

Tour n travel

Archives

  • ►  2017 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2016 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ▼  2014 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ▼  May (2)
      • Ketika Hati Terlelap
      • 5 Jurus Pamungkas Agar Customer Balik Lagi
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (56)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (22)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (13)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  January (3)
 

Pengunjung

Kategori

  • Cerpen (4)
  • Foto (8)
  • Informasi (6)
  • Jual Beli (6)
  • Kesehatan (1)
  • Kisah (15)
  • komedi (1)
  • Motifasiku (18)
  • Musik (3)
  • Narasumber (4)
  • news (8)
  • novel (1)
  • opini (4)
  • Puisi (11)
  • Renungan (50)
  • Wisata (6)
  • www.duniaetnik.com (1)
Powered by Blogger.

Arsip

  • ►  2017 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2016 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ▼  2014 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ▼  May (2)
      • Ketika Hati Terlelap
      • 5 Jurus Pamungkas Agar Customer Balik Lagi
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (56)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (22)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (13)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  January (3)
 
 
© 2011 Julhan Sifadi | Designs by Web2feel & Fab Themes

Bloggerized by DheTemplate.com - Main Blogger