skip to main | skip to sidebar

Julhan Sifadi

Aspirasi & Inspirasi

Pages

  • Beranda
 
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • PIN BB
  • 23a000af
  • Line Telp
    • 0813 4156 3334
    • 0815 6611772
  • email
    • julhansifadi@yahoo.com
Tuesday, 18 November 2014

Salam Gigit 2 Jari

Posted by Julhan Sifadi at 06:54 – 0 comments
 
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, per 18 November 2014 menimbulkan berbagai reaksi. Dari ribuan reaksi tersebut baik melalui media sosial maupun aksi demo di lapangan, sangat jarang yang mendukung kebijakan tersebut. 
 
Mereka yang melakukan aksi penolakan langsung untuk turun ke jalan-jalan tentu yang memiliki pengetahuan akademisi yang cukup. Tetapi mereka yang memiliki pengetahuan terbatas, hanya bisa pasrah dan memberontak dalam hati. Tak jarang kekecewaan itu diekspresikan juga melalui gambar-gambar sindiran untuk pemerintahan Jokowi. Seperti merubah nomor kampanye Jokowi dari Nomor 2 Pilihanku menjadi Salam 2 Ribu, dan Salam Gigit 2 Jari.

Kekhawatiran akan kenaikan harga BBM itu sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir sebelum keputusan resmi dikeluarkan oleh Presiden di Istana Negara. Sejumlah demo di berbagai daerah yang bahkan berakhir dengan bentrokan berdarah juga ikut mengawali kenaikan harga BBM. 

Dengan kemampuan analisanya para pakarpun mulai beralibi terkait kebijakan kenaikan harga BBM ini. Sejumlah analisa itu tak lain untuk mengamankan kebijakan pemerintah Jokowi. Dan hasilnya, lahirlah yang namanya Kartu Sakti. Kartu itu digadang-gadang akan menjadi solusi peliput lara bagi masyarakat kurang mampu. Tiga kartu dikeluarkan yaitu Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. 

Tetapi tahukah? bahwa kenaikan BBM itu akan berimplikasi luas secara umum tanpa mengenal golongan atau status sosial?. Yang akan paling terasa adalah para Ibu-Ibu di dapur yang setiap hari dipaksa menakar kemampuan ekonominya berdasarkan penghasilan kepala keluarga. Dengan kenaikan harga BBM, maka seluruh kebutuhan pokok juga akan mengalami kenaikan. 

Yang jadi pertanyaan, apakah biaya beli garam kita bisa dapatkan di Kartu Sakti itu? Mungkin pertanyaan ini sangat sederhana. Tetapi perlu diingat bahwa saat ini masyarakat sudah lelah dengan yang namanya Kartu Kartu dan Kartu. 

Pada tataran perumusan program, mungkin Kartu Sakti ini akan menjadi sangat waw didepan publik apalagi menjadi pembahasan di berbagai media nasional. Tetapi ini Indonesia, Indonesia yang penuh dengan KKN yang sudah mendarah daging. Siapa yang bisa menjamin bahwa masyarakat kurang mampu akan secara merata mendapatkan kartu sakti itu? dan apakah realisasinya sudah sesuai dengan harapan masyarakat? Silahkan jawab sendiri. 

Kartu sakti itu sebenarnya sejak jaman Presiden SBY juga sudah ada. Misalnya KIS merupakan salinan atas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Sementara itu, KIP merupakan salinan atas bantuan siswa miskin (BSM). Dan kita bisa lihat sendiri realisasinya seperti apa sampai dengan sekarang. Kartu kartu tersebut justru melahirkan kecemburuan sosial.

Mungkin ada yang akan menjawab “Itu kan SBY, sekarang Jokowi”. Oke, kalau ada yang menjawab seperti itu, maka bantahan saya adalah “Apakah Jokowinya Indonesia ada 240an juta jiwa” jika iya, maka saya bisa menjamin kebijakan itu tepat sasaran sesuai keinginan Presiden yang banyak didewakan sejak kampanye dulu. 

Berbicara tentang masyarakat kurang mampu, pemerintah sebenarnya sudah memiliki tolak ukur yang jelas. Dan jangan salah, dengan mengatakan sebagian besar pengguna BBM di Indonesia ini adalah masyarakat mampu. Coba hitung jumlah motor dan mobil yang ada di Indonesia didasarkan pada frekuensi pengisian bahan bakarnya?  MIKIR…!!!!

Kenaikan harga BBM dengan solusi mengeluarkan kartu sakti saya nilai ini sangat tidak rasional dan lebih kepada tindakan diskriminatif. Kenapa? Karena hanya masyarakat kurang mampu yang diberi kartu sakti itu. Padahal Pancasila pun menjamin bahwa pemerintah harus bertindak se adil-adilnya sebagaimana bunyi sila ke lima Pancasila, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Jangan pernah menganggap bahwa pemilik kendaraan bermotor itu seluruhnya orang mampu. Karena untuk sebuah sepeda motor saja saat ini bisa didapat dengan harga Rp.500 Ribu. MIKIRR..!!!!

Dan mayoritas mereka yang membeli kendaraan bermotor alasannya sama yaitu ingin hemat di biaya transportasi. Hal ini berarti bahwa penghasilan mereka yang juga masih pas-pasan. 

Jangan menganggap bahwa mereka pekerja dengan penghasilan Rp.1 juta sebulan kalau sakit bisa bayar sendiri biaya rumah sakitnya. Apalagi untuk mendapatkan perawatan yang layak. MIKIRR…!!!!

Lantas, solusinya seperti apa ? solusinya saya akan sampaikan langsung kepada Presiden Jokowi jika diminta.!!!

SALAM DUA RIBU
[ Read More ]
Read more...
Sunday, 9 November 2014

Bukan Sekedar Nonton MotoGP

Posted by Julhan Sifadi at 21:21 – 0 comments
 
(Diulas di Majalah Info Franchise Indonesia Edisi November 2014, yang dapat ditemukan di toko-toko buku terdekat di kota Anda).

Sejatinya tour memang menjadi ajang refreshing atau liburan yang menyenangkan. Atau ajang melepas kepenatan dari rutinitas kantor sehari-hari. Tetapi tidak jarang juga ditemukan ada tour yang salah manajemen sehingga fungsinya berubah menjadi sumber capek dan stres.

Tetapi bagi TX Travel sebagai pioneer franchise travel di Indonesia, hal itu tidak akan terjadi. Karena berbicara soal tour dialah ahlinya, TX tau bagaimana memuaskan pelanggan. TX tau apa yang menjadi keinginan pelanggan dan bagaimana membuat mereka benar-benar menikmati liburan yang sebenarnya. 

Dalam tour MotoGP di sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, tahun 2014, kami akan mengulas bagaimana TX Travel membuat perjalanan begitu indah sehingga bukan saja menikmati aksi-aksi pembalap dunia di sirkuit. 

Sejak keberangkatan dari terminal II D Soekarno Hatta, pelayanan TX Travel sebenarnya sudah terasa. Bagaimana TX Travel melayani para peserta tournya mulai dari registrasi atau pengecekan kelengkapan administrasi seperti paspor peserta, pengurusan bagasi, hingga pada proses boarding. Peserta tour tidak perlu pusing memikirkan check in, atau pengurusan bagasi. Semuanya telah diurus oleh Tour Guide dari TX Travel. Peserta cukup membawa tiket menuju ruang tunggu keberangkatan.

Sesampai di Malaysia, Tour Guide lokal setempat juga telah menanti dengan bus pariwisata yang dilengkapi dengan AC. Dialah yang selanjutnya akan membimbing dan memberikan informasi terkait sejumlah tempat wisata yang kerap dikunjungi wisatawan di negeri jiran. 

Hari pertama tour rombongan di ajak ke tiga tempat yaitu Beryl’s Chocolate tempat pembuatan cokleat di Malaysia, Menara Kembar Petronas, dan ke China Town, di Petaling salah satu pusat perbelanjaan.
Perjalanan hari pertama di Kuala Lumpur, ditutup dengan makan malam di restoran Minmax lalu menuju penginapan di The Federal Hotel.
Hotel bintang empat yang menurut masyarakat setempat hotel tersebut tertua di Malaysia.


Hari kedua setelah sarapan, rombongan kembali di ajak jalan di dua tempat wisata lainnya sebelum menuju Sirkuit Sepang tempat akan digelarnya race. Dua tempat tersebut yaitu Dataran Merdeka, di lapangan itu berdiri tiang bendera tertinggi di dunia dan dikelilingi bangunan tua. Tempat kedua yaitu Istana Negara tempat tinggal raja Malaysia. 

Dibeberapa tempat tersebut para peserta tour bukan saja di ajak untuk jalan-jalan. Di China Town misalnya, peserta tour bisa membeli membeli oleh-oleh khas Malaysia, seperti kaos, ataupun pernak pernik lainnya yang menjadi ciri khas Malaysia. Sementara di Beryl’s Chocolate, kita bisa mendapatkan cokelat khas Malaysia untuk oleh-oleh bagi keluarga atau sahabat di tanah air. 

Sekitar pukul 11.30 waktu Malaysia di hari kedua,  rombongan diajak ke Sirkuit untuk melihat para pembalap melakukan uji coba sebelum bertanding keesokan harinya. Jarak Kuala Lumpur ke Sepang memang cukup jauh tetapi tidak perlu khawatir karena tour guide tidak miskin cara untuk menghibur. Sesekali ia bercerita lucu dan mengajak para peserta tour untuk berinteraksi. Ia juga akan menjelaskan setiap gedung atau tempat-tempat yang dilalui bus.  
Perjalanan hari kedua berakhir di Restoran Sakura, sebuah restoran yang cukup populer di Kuala Lumpur dengan hidangan sea food dan sayur segarnya. Tempat yang cocok untuk mengobati rasa lapar setelah kurang lebih 6 jam di Sirkuit.

Setelah berkeliling kota Kuala Lumpur, menikmati cokelat khas Malaysia, dan puas shoping, tibalah saatnya untuk melihat aksi-aksi pembalap dunia seperti Valentino Rossi, Marquez, dan Lorenzo di sirkuit. Hari ketiga ini menjadi puncak tour.
Seperti makan malam hari-hari sebelumnya, TX menutup perjalanan ketiga di sebuah  restoran berkelas di Kota Kuala Lumpur yang bernama Restoran Muar. Restoran tersebut memiliki menu-menu khas kaum Papanyonya. Kaum yang lahir dari perkawinan China dan Melayu. 

Makan malam kali ini benar-benar menjadi puncak kenikmatan setelah melihat duel Marques, Rossi, dan Lorenzo hingga tak terasa seluruh hidangan dimeja disapu bersih.

Dari tiga restoran yang menjadi pilihan TX Travel dalam memberi hidangan makan malam kepada peserta tour, seluruh restoran tersebut sangat berkelas dan masing-masing memiliki keunggulan. Sementara hotel yang dipilih juga sesuai dengan harapan para peserta tour. Tak jauh dari hotel tersebut, ada pusat perelanjaan terbesar di Kuala Lumpur, serta kafe atau tempat-tempat nongkrong untuk menikmati indahnya malam di Kuala Lumpur. Semua bisa di akses hanya dengan berjalan kaki kurang lebih 5 hingga 10 menit. 

Hari keempat tour, para peserta sudah siap membawa pulang kisah bagi keluarga, dan sahabat tercinta di tanah air. Tak ketinggalan, 1 lembar foto bareng ukuran 14 R di Menara Petronas menjadi buah tangan setiap peserta. Karena kesempurnaan tour TX Travel tersebut, tak jarang peserta kerap mengajak anak dan istrinya atau keluarganya. 


Liputan Langsung MotoGP di Sepang Sirkuit

Baru-baru ini Redaksi Majalah Info Franchise Indonesia mendapat undangan liputan langsung MotoGP di Sepang Sirkuit, Malaysia, oleh TX Travel dan Malaysia Tourism Board (MTB). Hal itu tak lepas dari kerjasama yang telah terbangun dengan baik antara TX Travel, MTB dan Majalah Info Franchise Indonesia sebagai media nomor satu di industri franchise di Indonesia. 

Sebagai media bisnis yang ikut melakukan liputan di bidang olahraga kelas internasional, kehadiran Majalah Info Franchise memang banyak menimbulkan pertanyaan. Salah satunya datang dari wartawan TV yang tergabung dalam official MotoGP.  

Setelah dijelaskan lebih jauh tentang Majalah Info Franchise barulah mereka sadar, bahwa ternyata Majalah Info Franchise memiliki rubrik yang bisa terintegrasi dengan segmen lainnya seperti olahraga atau Otomotif. 

Di Press Room MotoGP, Majalah Info Franchise menjadi salah satu media dari lima media asal Indonesia yang ikut meliput secara resmi berlangsungnya acara MotoGP di Sepang Malaysia. Beberapa media asal Indonesia juga ada yang ikut hadir meliput tetapi hanya bisa mengakses layaknya sebagai penonton. 

Nuansa pertemuan antar pewarta dari berbagai negara semakin terasa ketika para pembalap usai melakukan race. Disitu wartawan dari seluruh dunia akan sibuk didepan laptop dan meja masing-masing yang telah dilengkapi dengan tiga layar monitor untuk melihat aksi-aksi para pembalap di sirkuit.

Wartawan yang meliput kegiatan secara resmi diberi akses khusus sehingga lebih leluasa bergerak. Bahkan telah diberi meja masing-masing yang telah ditulisi nama media, dan nama reporternya. Jaringan internet, ruang ber AC, makanan dan minuman juga tersedia dengan baik. Kondisi ini berbeda jauh dengan para penonton umumnya yang kepanasan di tribun.

Untuk melakukan registrasi media juga tidak mudah, karena harus melalui sejumlah tahap dan diproses oleh MotoGP Media Officer, Dorna Sports S.L. Pada tahapan inilah yang akan menentukan apakah media tersebut berhak diberi akses khusus atau tidak. 

Direktur TX Travel Blok M, Chrysanto Gregorius, yang mengagas kerjasama ini sempat berkata bahwa Majalah Info Franchise Indonesia termasuk media yang hoki atau beruntung. Karena diberi kesempatan oleh MTB untuk melakukan peliputan langsung. Sebelum itu banyak media dari Indonesia yang telah mengajukan hal yang sama tetapi belum disetujui.

Majalah Info Franchise, juga berkesempatan bertemu dan bertatap muka langsung dengan Direktur MTB, Nor Aznan Sulaiman di Sirkuit. (Julhan Sifadi).
[ Read More ]
Read more...
Newer Posts Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)
  • Terpopuler
  • Terbaru
  • Arsip

Popular Posts

  • Beranda

Tenun Buton

Tour n travel

Archives

  • ►  2017 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2016 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ▼  2014 (20)
    • ►  December (4)
    • ▼  November (2)
      • Salam Gigit 2 Jari
      • Bukan Sekedar Nonton MotoGP
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (56)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (22)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (13)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  January (3)
 

Pengunjung

Kategori

  • Cerpen (4)
  • Foto (8)
  • Informasi (6)
  • Jual Beli (6)
  • Kesehatan (1)
  • Kisah (15)
  • komedi (1)
  • Motifasiku (18)
  • Musik (3)
  • Narasumber (4)
  • news (8)
  • novel (1)
  • opini (4)
  • Puisi (11)
  • Renungan (50)
  • Wisata (6)
  • www.duniaetnik.com (1)
Powered by Blogger.

Arsip

  • ►  2017 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2016 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ▼  2014 (20)
    • ►  December (4)
    • ▼  November (2)
      • Salam Gigit 2 Jari
      • Bukan Sekedar Nonton MotoGP
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (56)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (22)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (13)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  January (3)
 
 
© 2011 Julhan Sifadi | Designs by Web2feel & Fab Themes

Bloggerized by DheTemplate.com - Main Blogger