skip to main | skip to sidebar

Julhan Sifadi

Aspirasi & Inspirasi

Pages

  • Beranda
 
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • PIN BB
  • 23a000af
  • Line Telp
    • 0813 4156 3334
    • 0815 6611772
  • email
    • julhansifadi@yahoo.com
Thursday, 31 October 2013

Kembali ke Singkong Rebus

Posted by Julhan Sifadi at 21:46 – 2 comments
 
“Assalamu alaikum” sapaku kepada rekan-rekan yang masih duduk diruang receptionis kantor. Pagi hari ini sangat indah walaupun bajuku masih nampak kusut karena tak sempat disetrika. Dengan senyum khas, kawan-kawanku memperhatikan tentenganku sebuah wadah plastik segi empat. Itu memang aku tenteng tanpa pembungkus untuk sarapan di kantor. 

Yah, isinya adalah beberapa pontong singkong rebus yang menjadi sarapan andalanku setiap pagi di kantor. Untuk ukuran Kota Jakarta, mungkin sarapan khas itu sangat mustahil. Mengingat, geliat penjual makanan mulai dari warteg, warung-warung emperan, hingga pedagang gorengan, cukup tinggi.

Sajiannya pun beragam seperti, nasi uduk, lontong sayur, nasi pecel, dan masih banyak lagi kreasi makanan khas Betawi dan Jawa. Tapi sudahlah, singkong dengan harga Rp.4.000 yang aku beli di samping rumah bisa kumakan untuk tiga hari dan lebih nikmat. 

Seperti hari-hari biasa, sebelum beraktifitas, berita di koran nasional menjadi santapanku untuk melihat perkembangan Nusantara. Singkongku mulai kulahap satu demi satu, kopi hangat rasanya berpadu sempurna dalam tenggorokan.  "Alhamdulillah..," ucapku menikmati sarapan.


Berita-berita koran hari ini memang beda seperti hari-hari biasa yang fokus membahas kasus korupsi mantan Ketua MK, dan pejabat-pejabat negara lain seperti kasus hambalang. Koran harian ibu kota hari kini mengupas “Demo Ribuan Buruh”. Nampak dari poster yang dipegang pendemo pada foto berita meminta kenaikan UMP sebesar 50%. Berarti dari Rp.2,2 Juta, minta dinaikkan Rp.3,7 Juta, namun ada indikasi kenaikan yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi Jakarta dan Para Pengusaha sebesar Rp.200 ribu.

Sebagai orang baru di Kota Jakarta, aku sempat bingung dengan tuntutan itu, karena menurutku, di Kota Jakarta dengan uang Rp.1 Juta aku bisa hidup selama sebulan dengan status tinggal dirumah kontrak. Ahh….sudahlah mungkin pola hidup yang berbeda-beda. Atau aku yang terlalu kasihan dengan 4 perusahaan asal Korea Selatan yang tutup karena tidak mampu membayar UMP, dan dua lainnya pindah ke Negara Vietnam. Ditambah lagi 60 perusahaan tekstil merelokasi pabrik dari Jabodetabek ke Jawa Tengah.

“Baguslah kalau mereka pindah, berarti angka urbanisasi akan menurun,” celetus salah seorang teman sambil tertawa. 

Dengan berbagai kemelut itu, tentu semua pekerja tidak akan siap menerima nasib Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karena perusahaan tempatnya bekerja tutup lantaran harus membayar gaji tinggi yang tidak diimbangi dengan pendapatan.

“Memang manusia itu tidak akan berkecukupan jika tidak bersyukur, hehehehe…” kawan dari Lamongan juga bersuara, mendengar keluh kesahku selayaknya seorang presiden pagi itu yang tengah memikirkan nasib negara ini.

Aku kembali merindukan lagu Grup Band, Armada “Mau Dibawa Kemana….#Negara” kita..?”. 

Nafas yang terengah, kutarik perlahan dan mengalihkan pandanganku ke tumpukan kertas di atas meja. Oh iyah, rupanya aku hanyalah seorang penulis yang tak perlu mengkudeta tugas seorang presiden di negara ini. Biarlah semua itu menjadi pemicu semangat untuk aku bekerja hari ini bahwa tiada orang yang berkecukupan selain mereka yang mensyukuri nikmatNya.



Untuk 1 November 2013
 
Julhan Sifadi
[ Read More ]
Read more...
Monday, 7 October 2013

Jangan Bertanya

Posted by Julhan Sifadi at 04:33 – 0 comments
 
Seperti lukisan perekat tembok-tembok lusuh dikamar itu
Kau nampak bersemangat untuk menepis debu-debu hina
Meraih satu persatu dengan jari-jari lentikmu
Nampak kusut didepan siang yang memberimu ruang untuk meronta

Disini aku tetap menanti satu ucapan yang membuatmu pergi
Saat arti tak ingin bertanya mengapa kau membiarkan semua ini beku
Sendiri dalam rajaman masa lalu tapi biarlah itu hanya mimpi
Sampai kau kembali dengan masa depan yang membuatmu lugu

Lepaslah mimpi-mimpimu yang berlalu tanpa aral untuk digenggam
Yang sebenarnya itu hanyalah sebuah nama tentang rindu yang pudar
Berilah nafas mereka yang membelah jiwa-jiwa malam hingga terpejam
Membisu dan terus diam lalu biarlah kau tercumbu dengan bayangan

Jangan bertanya sampai kapan kau kembali
Jangan mengigau mengapa kau bermimpi
Karena kau hanya merindui mimpimu
Tanpa meminta wujud nyata dariku
Oleh : Julhan Sifadi
[ Read More ]
Read more...
Newer Posts Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)
  • Terpopuler
  • Terbaru
  • Arsip

Popular Posts

  • Beranda

Tenun Buton

Tour n travel

Archives

  • ►  2017 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2016 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ▼  2013 (56)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ▼  October (2)
      • Kembali ke Singkong Rebus
      • Jangan Bertanya
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (22)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (13)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  January (3)
 

Pengunjung

Kategori

  • Cerpen (4)
  • Foto (8)
  • Informasi (6)
  • Jual Beli (6)
  • Kesehatan (1)
  • Kisah (15)
  • komedi (1)
  • Motifasiku (18)
  • Musik (3)
  • Narasumber (4)
  • news (8)
  • novel (1)
  • opini (4)
  • Puisi (11)
  • Renungan (50)
  • Wisata (6)
  • www.duniaetnik.com (1)
Powered by Blogger.

Arsip

  • ►  2017 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2016 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ▼  2013 (56)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ▼  October (2)
      • Kembali ke Singkong Rebus
      • Jangan Bertanya
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (22)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (13)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  January (3)
 
 
© 2011 Julhan Sifadi | Designs by Web2feel & Fab Themes

Bloggerized by DheTemplate.com - Main Blogger