skip to main | skip to sidebar

Julhan Sifadi

Aspirasi & Inspirasi

Pages

  • Beranda
 
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • PIN BB
  • 23a000af
  • Line Telp
    • 0813 4156 3334
    • 0815 6611772
  • email
    • julhansifadi@yahoo.com
Sunday, 4 June 2017

SMS Teman Lama

Posted by Julhan Sifadi at 21:55 – 3 comments
 
Jam 00.42 waktu Jakarta hendak pulang ke rumah tiba2 HP bergerar tanda sms. Perlahan sy melihat notifikasinya. Rupanya dari seorang sahabat di kota Kendari. Kota kelahiranku yg tercinta. Sy pun mengurungkan niat pulang. Kembali duduk manis utk menelaah isi pesannya yg seolah begitu penting krn tak sempat lgi menunggu mentari terbit esok.

Oke...."Sodara...gmn kabar Jakarta? Sdh dengar tentang kendari? Banjir parah hae dsini". Isi pesan pertamanya.

Saya melihat jam di tembok cream kantor. Kendari sudah masuk jam 01.47 dan bukan waktu yg tepat utk curhat seperti ini kecuali tersirat makna mendalam didalamnya. Yang mngkin hnya bisa dipecahkan oleh Archimedes atau Muhammad Bin Musa Al Khawarizmi.

Saya tersenyum sprti tengah menikmari purnama ditengah balutan awan putih diatas monas.

"Saudaraku....Jakarta alhamdulillah baik. Kendari memang salah satu kota maju krn sdh mendekati 90% kota Jakarta. Bukankah ciri kota besr di Indonesiaitu hnya dua? Macet dan banjir?" Lalu sy tersenyum dan menekan tombol SEND Message.

"Ehhh tpi ini parah hae... poohhh dimana2 kayak laut bebas"... timpal dia lgi dgn logat kentalnya.

"Saudaraku...sy ini tahun 2013 lalu sdh jd korban banjir. rmhq terbawa arus sungai wanggu. Jdi mari kt coba akrab sj dgn ini. Anggaplah ini berkah krn tdk sdkit jg yg kemasukan ikan lele, gabus, mujair dlm rmh wrga".

sandaran kursi llu sy miringkan. Sementara kopi hitam diatas meja mulai melambai jenuh. Menanti bibirq menyeruputnya seteguk. Tetpi maaf....ini giliran air putih.

Ting...kembali bunyi sms masuk. "Parah ini walikotanya kita...makin hari bukan makin baik tp makin parah ini banjir"..

$&^#*@^@(@&#*@^ "mungkin bgni ekspresi Kapten Subasa yg digambarkan sang animator ketika aktornya tengah kebingungan.

Tiga ekor nyamuk yg tengah menikmati makan malamnya di ujung jari kaki kubiarkan sejenak. Jariku kini sedang terpakai, otakkq sedang bekerja, hatiq mulai menggebu2. Hp samsung A3 (bukan endorse sponsor)... mulai menggeliat mencoba nenyesuaikan prosesor dan ketikan keyboardnya.

"Sejak 2010 saat sy di kota kendari sdh memprediksi majunya kota kendari dlm 5 hingga 10 tahun kdepan. Cirinya adlh pembangunan ruko yg pesat tnpa drainase, gunung2 yg digundulkan utk perumahan, titik2 resapan air yg ditimbun utk bangunan. Lalu? Salahkah alam sedikit mengingatkan???. Ini hanya banjir..air. lalu siapa yg salah? Yah....semua salah. Krn yg benar itu hanya Tuhan"....


The end - gasss.... dan balik kanan dah larut
[ Read More ]
Read more...
Wednesday, 2 November 2016

Usaha Apa yang Cocok Untuk Anda?

Posted by Julhan Sifadi at 22:09 – 0 comments
 
Suatu ketika ada seorang wanita bertanya kepada saya

W: Usaha apa yg bagus sy lakukan?.

Sy : usaha yg sesuai dgn jiwamu

W : Tetapi yg tidak beresiko, tidak banyak pusing dan cukup dgn modal kecil krn sy tdk punya banyak uang.

Sy : Semua usaha punya resiko, tetapi resikonya bisa dimimalisirr....xxxx (Belum usai sy jelaskan dia memotong).

W : Tetapi penjual mie ayam dikantor saya itu rame bangt dan enak mienya, penjual gorengan jg laris bngt spertinya sy jualan itu sj kali yah? modalnya kyaknya kecil, sy cari lokasi dikeramaian, pusat perkantoran, dan sy cari tukang masak yg hebat.

Sy : (Menyimak dan diam sejenak).... apakah Anda punya jiwa dibidang itu?


W : Itu kan tidak butuh banyak teori, yg penting makanannya enak, pasti laris.

Sy : Oke, silahkan dijalankan karena sy melihat Anda begitu bersemangat dan optimis.
Tiga minggu kemudian orang tersebut kembali menghubungi saya, sambil bertanya lagi.

W : Sepertinya jika saya jualan mie untungnya tidak seberapa dibanding supir taxi online yg katanya bisa dapat Rp 12jt sebulan.

Sy : Oh yah?? kenapa tdk jdi sopir saja?

W : Tetapi sy tidk punya mobil sendiri....**&*^%*

Sy : lalu apa yg Akan Anda lakukan sekarang?

W : saya memiliki sebuah konsep bisnis yang xxx...xxxx...xx (Menjelaskan panjang lebar). Konsep sy ini sy bisa tawarkan kepada investor dan sy sebagai salah satu owner nantinya. Saya yakin ini akan sukses dan bisa berhasil.

Sy : Tetapi itu kan baru konsep, Anda belum membuktikannya bahwa konsep Anda itu hebat dan bisa diterima pasar.

W : Iyah...tetapi sy optimis bisa sukses dgn bisnis ini, karena sy merasa mampu.
Mari kita renungkan :

Pertama ia tergiur dgn penjual mie ayam yg ramai dan penjual gorengan yg laris manis. Tetapi karena untungnya kecil ia urungkan niatnya lalu beralih ke konsep bisnis yang menurutnya bisa menghasilkan income yg lumayan besar.

Ia berpikir besar, memiliki angan-angan hebat, tetapi tidak ada satupun yang dilakukan.
Dan pertanyaan ini sebenarnya bukan hanya satu orang, sudah lebih dari 20 bahkan ratusan orang yg pernah bertanya ke sy.

Lalu apa yg ingin saya katakan terhadap orang yg seperti ini?

Berhentilah berangan-angan besar, mulailah berbuat dari hal yang terkecil dimulai dengan hati yg tulus, ikhlas, kerja keras dan sesuai kemampuan. Silahkan bermimpi besar tetapi bangunlah jika sudah siang. Karena mimpi itu hanya bunga-bunga tidur untuk menjadi motivator jiwa kita dalam berbuat.
[ Read More ]
Read more...
Sunday, 23 October 2016

Mengejar Mimpi ke Negeri Beton

Posted by Julhan Sifadi at 22:51 – 0 comments
 
Sebuah novel yang akan mengulas tentang perjuangan seorang wanita yang rela bekerja keluar negeri yaitu di Hongkong. Meninggalkan keluarganya, anaknya di Indonesia untuk mencari nafkah setelah berpisah dengan suaminya. Diangkat dari kisah nyata, untuk menginspirasi kita semua bagaimana perjuangan para pejuang devisa negeri Hongkong.

Ditengah masyarakat yang urban, berbagai etnis, golongan dan agama, kita akan banyak belajar dari mereka bagaimana menjaga keimanan dan ketaqwaan mereka di negeri itu.  Akankah keimanan mereka dipertaruhkan dengan dollar? 

Novel ini akan segera dirilis pada tahun ini dalam versi cetak dan digital. Jika ada saran dan masukkan untuk memperkaya tulisan, kami membuka kontal WA +62811402507 khusus untuk BMI yang ada di Hongkong.
[ Read More ]
Read more...
Tuesday, 27 September 2016

Komedi : Jika Cara Jualan di Jakarta Diterapkan di Muna

Posted by Julhan Sifadi at 03:13 – 0 comments
 
Ting..ting..ting..ting…. bunyi kentungan si penjual buah siang itu didepan rumah. Bunyi yang kerap kuanggap sebagai penjual es pisang ijo saat tinggal di Kendari.  

Di Jakarta, bunyi-bunyian serupa banyak berseliweran, maka disinilah tempat menguji yang tepat untuk indera pendengaran kita. Apakah itu bunyi penjual buah, es, bakso, penjual bubur, atau penjual kue malam. Terlepas dari itu, bagiku itu adalah salah satu suasana yang susah untuk ditemukan ditempat lain.

“Ramai”….tanpa perlu memecahkan gelas seperti sarannya Cinta dalam AADC.

Hingga pukul 02.00 pun kita masih akan menjumpai mereka, walaupun ketukan pada jam-jam itu sedikit lebih anarkis yaitu memukuk-mukul wajan. Tetapi jangan hawatir, itu bukanlah seorang penyamun, atau maling yang tengah membawa barang curian. Ia cuma penjual nasi goreng yang tengah berharap kita kelaparan setelah nonton sepak bola atau pulang dari apel di Taman Lawang.

Apakah di jam-jam itu sudah terhenti? Rupanya belum, pada jam-jam diatasnya lagi kita akan menemukan para penjaja jagung dan kacang rebus.

Nah, kentungan penjaja jagung rebus ini wajib diwaspadai….karena ketukan suaranya mirip-mirip dengan kentungan hansip saat maling kedapatan beraksi.

Di Jakarta, semua jenis barang ada yang menjajakan via gerobak atau keliling dari rumah kerumah, dari kampung ke kampung, dari kompleks ke kompleks. Mereka begitu aktif mencari rejeki dari warga Jakarta.

Penjual gorengan, bakso, mie, nasi uduk, nasi goreng, penjual sate, penjual buah, penjual sayur, penjual perabot, penjual baju, penjual ikan, daging, kerupuk, roti, penjual mainan anak, wahana main keliling (odong-odong), sampai penjual pakaian dalam, semua ada di Jakarta.

Pernah gak kebayang jika mereka semua jualan di Pulau Muna?

Penjual gorengan, bakso, mie, nasi goreng,  atau penjual sate, mulai jalan lalu dorong gerobak dari Desa Wandoke menuju Desa Lasama. Mereka jalan, ketok-ketok piring baksonya pakai sendok.

Rumah pertama, kedua dan ketiga, siul-siul semangat. Rumah keeempat, dan kelima siul-siulnya mulai hilang. Rumah keenam dan ketujuh penjualnya mulai urut-urut betis, rumah kedelapan ban gerobaknya meletus.

Kenapa? Jarak satu rumah dengan rumah yang lain 1 kilo dibatasi hutan. Jalanya batu-batu berlubang.

Penjual sayur, buah, dan penjual ikan…mulai keliling genjot gerobaknya. Star dari Desa Lasama ke Desa Tondasi. Rumah pertama yang punya rumah lagi panjat pohon kelor mau petik daunnya  untuk masak sayur. Rumah kedua dibelakang rumahnya ada kebun pepaya, dan pohon pisang. Rumah keempat, sudah sampai di pelabuhan Tondasi, sudah laut. Tidak ada lagi rumah. Sudah laut Banda.

Penjual perabot, dan pakaian. Penjual ini lebih keren, pakai mobil open, seperti yang marak di Jakarta. Sampai di Pulau Muna, di Desa Lindo, penjualnya teriak, parabooot….parabooottt….parabooottt..!!! lima ribu tigaaa…..lima ribu tigaaa….!!!!

Beberapa wanita datang, sudah cantik,  pakai lipstik, dan bedak walaupun dari beras yang ditumbuk. Penjualnya mulai senang, optimis barangnya laku. Penjual bertanya, mau beli apa? Si Wanita “Mau kepasar ingkaa…”. Penjual “Tidak usah kepasar, disini juga ada, mau beli apa saja ada?”. Si Wanita, “Saya mau jalan-jalan saja…!!”. Yah karena disitu tidak ada  mall. Tempat jalan-jalan yah pasar.
[ Read More ]
Read more...
Friday, 29 July 2016

Sulawesi Tenggara Perlu Dilirik untuk Tujuan Ekspansi Waralaba

Posted by Julhan Sifadi at 23:13 – 0 comments
 

Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memang belum menjadi salah satu daerah tujuan utama ekpansi para pewaralaba nasional maupun global. Tetapi siapa sangka, jika daerah ini memiliki potensi besar?

Bagi para franchisor, jika ditanya, ke daerah mana ekpansi gerai waralaba anda berikutnya?

Mayoritas akan menyebut sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Medan. Sangat sedikit yang menyebut, Manado, Balikpapan, Pontianak, Padang, Sultra. Daerah-daerah ini luput dari pantauan pewaralaba padahal bisa jadi potensinya lebih menjanjikan.

Di Sulawesi Tenggara misalnya, dengan kondisi geografisnya, karakter budaya masyarakatnya, dan pertumbuhan ekonominya cukup pesat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sultra, mencatat, pertumbuhan ekonomi Sultra pada tahun 2015 lalu mencapai 6,88 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Lalu benarkah daerah yang beribukotakan Kendari itu menjanjikan?
Jika merujuk pada sejumlah waralaba yang telah ada di Sultra, jawabannya bisa ditemukan.

Di Sultra, sejumlah merek waralaba nasional maupun global telah menikmati pundi-pundi rupiah dari daerah penghasil aspal dan nikel itu. Antara lain, makanan cepat saji KFC, Texas, Quick Chicken, CFC,  Paparons Pizza, Pizza Hut, Es Teler 77, Kebab Turki Baba Rafi, Roti Boy, Coffee Toffee, Bangi Kopitiam, CFC, Solaria, The Body Shop, dan lain-lain. 

Bagaimana dengan dukungan pemerintah daerah, kondisi sosial, politik, infrastruktur, dan indikator lainnya? Sejauh apa tingkat kelayanan darah ini untuk tujuan ekpansi bisnis? dapatkan ulasan lengkapnya di Majalah Franchise Indonesia (www.majalahfranchise.com) edisi Agustus di Gramedia, Gunung Agung, dll diangkat dari pernyataan Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam.
[ Read More ]
Read more...
Monday, 30 May 2016

Penerus Klinik Kecantikan Tertua di Indonesia

Posted by Julhan Sifadi at 23:59 – 0 comments
 
Anggun, cantik, ramah dan murah senyum menjadi karakter kental yang melekat pada wanita bernama lengkap Celica Lie itu. Ia adalah penerus klinik kecantikan tertua di Indonesia yang telah beroperasi sejak 35 tahun silam. 
 
Ia meneruskan tampuk kememimpinan klinik Meiling Lee Beauty Skin Center dari Ibunya yang bernama dr Meliana Isan. Klinik tersebut mulai memberi perawatan kecantikan sejak 31 Januari 1980 di wilayah Jakarta Barat. 

“Pada masa itu bisnis kecantikan tergolong asing karena belum sefamiliar seperti saat ini,” kenang wanita bergelar dr. Celica Lie Sp.KK (K) ini. 

Lalu bagaimana Meiling Lee bisa bertahan hingga saat ini? 

Usut punya usut, rupanya klinik ini didukung oleh kemampuan keluarga besar Celica Lie. Ia terlahir di tengah keluarga yang memiliki passion sama di bidang kesehatan dan kecantikan. 

Ayahnya Prof.Ir.Teddy Lie adalah seorang professor farmasi ternama yang juga pemilik perusahaan PT. EKA TM Sukses Mandiri. Ia lulusan terbaik bidang kimia di IPB Bogor dan mengambil gelar Professor untuk Pharmacy and Molecular Biotechnology di Universitat of  Heidelberg, Germany. 

PT.EKA TM Sukses Mandiri memiliki peran penting dalam menunjang dan  membuat formulasi-formulasi khusus yang dibutuhkan Klinik Meiling Lee. 

Sebagai industri farmasi, PT. EKA menjadi salah satu tempat Apoteker melakukan Perhitungan Dosis obat yang tepat, Pengendalian Mutu dari Ketersediaan Produk, melakukan Pengembangan Produk dan Pengadaan Produk, menyediakan Tempat Penyimpanan Produk yang Memadai Kesehatan dan Melakukan Pendistribusian  Produk. Sehingga menghasilkan produk obat yang bermutu, aman dan berkhasiat yang sesuai CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).

Produknya pun kini banyak digunakan oleh dokter-dokter dan skin care diseluruh Indonesia, antara lain Jakarta, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Bali, Sulawesi (Makasar, Palu & Kendari ), Sumatera (Medan, Riau, Bengkulu, Jambi, Bangka & Belitung), Kalimantan ( Pontianak, Banjarmasin, Samarinda & Balik papan ), hingga Irian Jaya (Sorong & Manokwari ).

Sebagai generasi penerus Meiling Lee, Celica bukanlah orang sembarangan. Ia merupakan lulusan medis luar negeri. Tahun 2004, ia menyelesaikan gelar sarjana kedokterannya di Otago University, Dunedin New Zealand. Doctor of Medicine, Otago University, Dunedin, New Zealand pada Oktober 2006, Dermatology residency, Subspeciality in Dermatological Medicine and Laser Research Institute for Tropical Medicine, Dunedin School of Medicine, Otago University 2006 hingga 2010. Dan ia mendapatkan lisensi dokternya tahun 2012, dan anggota dokter professional di Ikatan Dokter Indonesia.

Rupanya sejak kecil, Celica telah bercita-cita menjadi seorang dokter, karena ia menyukai ilmu kedokteran.

“Karena yang membuat saya tertarik dengan dunia ini adalah saya mengagumi sosok Ibu saya sebagai dokter umum yang mengabdikan hidupnya untuk masyarakat. Ibu telah membuka kesadaran masyarakat luas tentang dunia medis dan perawatan kesehatan kulit. Apapun jenis penyakit kulitnya, mesyarakat optimis sembuh jika diobati Ibu saya,” kata Celica.

Gabungan kekuatan passion yang terlahir dari keluarga itulah kemudian menjadikan Klinik Meiling Lee memahami medan bisnis ini dan memiliki banyak keunggulan dibanding yang lain. Meiling Lee menerapkan standar perawatan dermatologi teknologi modern dan memiliki Personalized Program.

“Setiap pasien akan ditangani langsung oleh setiap Dokter Spesialis Kulit untuk setiap konsultasi, tindakan laser, stem cell, dan tindakan medis lainnya. Karena dengan sesi konsultasi yang dilakukan setiap pasien sangatlah penting, supaya kami dapat memahami kebutuhan setiap pasien  dan member formulasi yang tepat untuk  treatment di klinik beserta home care produk,” papar Celica.

Meiling juga memiliki banyak program perawatan kulit yang dirancang khusus, diantaranya Personal Rejuvenation, Personal Acne Cure program, Personal Hair Growth & Scalp Program, Personal Slimming & Body treatment Program, Children Dermatology dan  Senior Dermatology.
[ Read More ]
Read more...
Thursday, 21 April 2016

Pembawa Prinsip Power Five di Martha Tilaar

Posted by Julhan Sifadi at 10:56 – 0 comments
 
Wulan Tilaar, adalah sosok penting dibalik eksistensi Martha Tilaar Grup saat ini. Ia adalah Vice Chairwoman of Martha Tilaar Group dan Direktur Utama PT. Cantika Puspapesona.

Ia memiliki tanggung jawab yang strategis di perusahaan, mulai dari menentukan jalannya roda organisasi perusahaan, membentuk corporate culture yang sesuai dengan visi misi hingga menentukan visi misi arah pengembangan perusahaan.

Dari Wulan Tilaar inilah terlahir prinsip power five Martha Tilaar yang mampu menguatkan posisi Martha Tilaar di pasar nasional maupun global saat ini.

Prinsip power five dimaksud yaitu, Indonesian Concept, Innovative and Creative, Tradition to Modern Lifestyle, Empowering Woman, dan Local Wisdom Go Global. 

Ia mulai bergabung di perusahaan Martha Tilaar sejak 1 Januari 2005, dengan posisi pertamanya di bagian Art Department, salah satu anak perusahaan Martha Tilaar Group.

“Saat ini, saya mengelola 2 anak perusahaan Martha Tilaar Group bagian services yaitu Martha Tilaar Spa mulai tahun 2009 dan Puspita Martha Beauty International School di tahun 2007. Selain itu, saya juga mengelola yayasan warisan budaya Gombong mulai dari tahun 2014 yaitu Roemah Martha Tilaar,” kata Wulan Tilaar.

Sejak kecil, rupanya ia telah dipersiapkan untuk menjadi penerus dari perusahaan kecantikan Martha Tilaar.

Mulai duduk di bangku sekolah dasar ia sudah diperkenalkan dengan dunia bisnis dari Ibunya Martha Tilaar.

“Saya sering diajak ke berbagai event sejak saya SD. Kemudian saya juga turut berpartisipasi saat SMP kelas 2 menjadi Sales Promotion ketika launching produk Belia,” terang Wulan.

Selain menjadi SPG, wanita pemilik filosofi Be kind, work hard, stay humble, smile often, keep honest, stay loyal, travel when possible, never stop learning, be thankful always and love ini juga turut dalam Focus Group Discussion (FGD), pemilihan nama dan warna merek  Belia sampai ke tahap packaging nya.

“Menurut saya, life is a gift. Ini adalah anugerah Tuhan yang menjadi panggilan saya untuk berkarya di bidang kecantikan. Motivasi saya menjalani bisnis ini tentunya menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain khususnya memberdayakan para wanita Indonesia. Selain itu, hal yang memotivasi saya untuk terus berkarya mengembangkan bisnis keluarga ini adalah sharing good value untuk membuat hidup orang lain lebih bermakna,” ucap Wulan Tilaar.

Dalam kepemimpinannya di Martha Tilaar, ia mengembangkan konsep Servant Leadership  atau kepemimpinan yang orientasinya lebih berstandar pada moral spiritual.

“Dimana saya harus bertanggung jawab kepada para karyawan dan juga sebagai role model,” papar Wulan.

Disamping itu, kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM), menjadi salah satu faktor penting yang ia prioritaskan di Martha Tilaar.

“Kita sadari bahwa SDM merupakan aset penting perusahaan. Dimana SDM dapat membantu kita untuk mencapai misi perusahaan dengan DJITU yaitu Disiplin, Jujur, Inovatif, Tekun, dan Ulet,” kata Wulan Tilaar.

Setelah sukses dengan konsep power five-nya, pekerjaan rumah yang menanti Wulan Tilaar saat ini adalah mengarahkan dan mengubah mindset masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih kurang mengapresiasi produk Indonesia.

“Kebanyakan masyarakat saat ini masih western minded dan kurang rasa nasionalisme. Hal ini perlu pemahaman yang baik dan sosialisasi mengenai produk dan jasa lokal asli Indonesia,” ungkap Wulan.

Namun di era MEA seperti saat ini, Martha Tilaar telah diuntungkan dengan adanya identitas diri yaitu natural and cultural brand.

“Martha Tilaar akan lebih konsisten dalam mengusung nilai ke Indonesiaan baik dari segi produk dan service. Inovasi dan kreatifitas tetap terus digali untuk mengikuti trend zaman. Meningkatkan mutu SDM yang kompeten agar tidak kalah saing dengan kompetitor,” tutup Wulan Tilaar.
[ Read More ]
Read more...
Sunday, 13 March 2016

Cekungan Embun

Posted by Julhan Sifadi at 21:55 – 2 comments
 
Sore itu aku duduk merenung ditepi sungai kecil ujung kampung.  Meluruskan kakiku ditengah pohon-pohon rindang yang tengah menikmati masa-masa gugurnya. 

Gemuruh air yang ditepis bebatuan kecil membuatku sedikit tersenyum dan bernafas lengah untuk melepas kepenatan. 
 
Tidak ada rumah penduduk disekitar itu, yang nampak hanyalah hamparan semak belukar yang bergoyang lembut mengiring gerakan angin. 

Aku mencoba menarik nafas panjang, entah dari mana memulai cerita ini. Menengadahkan kepala melirik langit tetapi terhalang ranting. “Aahhh…..sudahlah.”.

Perasaanku kali ini biarlah Tuhan yang mengetahuinya, aku tidak mau menghianati kerinduan Tuhan yang dikirim melalui air mataku. Tanganku masih cukup kuat untuk sekedar mengelus dada dan memaksa bibirku untuk tetap tersenyum tanpa beban.

Tetapi sampai kapan? Sampai kapan aku harus menjadi saksi atas kesuksesan teman-temanku dengan gelar sarjananya,  dengan kariernya  yang menjanjikan, dengan mobil mahalnya, dengan rumah mewahnya?.

Ahh…tidak, aku tidak mengejar itu aku hanya menginginkan pendidikanku ke jenjang sarjana agar bisa merangkul pundak ayahku didepan sorotan kamera. 

Aku belum kalah, aku masih cukup kuat untuk hidup mandiri tanpa harus membebani kedua  orang tuaku. Mereka sudah cukup untuk membiayai adik-adiku dan memberi mereka makan untuk bertahan hidup. 

Aku tidak boleh manja untuk meletakkan tanganku dibawah. Kota besar seperti tempatku melanjutkan pendidikan harus bisa menopangku. Aku..bisa…aku bisa. 

Yah…hari itu tekatku telah bulat untuk mencari pekrjaan di ibu kota, demi membiayai kuliahku. Uang semester belasan juta harus dapat kupenuhi untuk dapat melanjutkan pendidikan di universitas terkemuka di ibu kota itu. 

“Tetapi perusahaan mana yang mau menerima wanita berhijab syar’i sepertiku?”.

Pertanyaan itu menjadi jaring laba-laba beracun yang membayangi pikiranku. Seolah ia telah merasuk tetap untuk menghantui setiap langkah dan usahaku.

Kucoba bertanya pada Tuhan, dimana letak keadilan terhadap pandangan manusia yang tercipta dari segenggam dengkul itu? 

Andai saja aku kekal di dunia ini, mungkin saja aku bisa memenuhi kriteria banyak perusahaan yang menghendaki wanita untuk menempatkan diri sebagai makhluk dengan segala keindahannya. 

Tetapi semua itu tidak mungkin, tidak mungkin aku mengorbankan air mataku yang telah bersahabat dengan sepertiga malam. Tidak mungkin aku mengesampingkan pengetahuanku bahwa aku hanya sementara di dunia ini. 

Aku terlalu lemah untuk menuruti arus air yang mengikis akidah akibat jaman yang semakin maju. Meninggalkan dunia dengan gelimang kemewahan dan janji-janji kolot yang terlahir sejak jaman Firaun. 

Aku wanita lemah dengan segala kekurangan, tetapi Tuhan tidak mungkin salah menciptakanku pada masa ini.  

“Astaghfirullah…..” seekor semut hitam meraih tanganku dengan gigi-gigi tajamnya. Rupanya ia menyapaku lalu menari-nari diatas telapak tangaku.

Ia butuh ratusan bahkan ribuan ekor hanya untuk menyamai ukuran  tanganku. Tetapi ia hanya butuh 1 ekor untuk membuatku tau bahwa ia hadir di sekitarku dengan caranya yang sedikit genit. 

Maha besar Allah, yang menciptakan semut-semut kecil ini dan melahirkan sumber-sumber kehidupan bagi banyak hewan lain di muka bumi.

Aku jadi teringat Surah Hud ayat ke 6 “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya,”. 

Hari itu semut kecil itu memberiku catatan kecil yang melahirkan semangat baru dalam diriku. Memutus jaring laba-laba beracun yang menggerogoti pikiranku. Dan bukankah dalam Ar Rad ayat 26, dan Al Isra ayat 30, telah di catat bahwa :

Ar Rad (13) : 26
اللّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقَدِرُ وَفَرِحُواْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا 
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ
“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)”

Al Isra (17) : 30
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ 
خَبِيراً بَصِيراً
Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Rasanya, aku terlalu naif jika membenturkan diri pada pandangan sebagian manusia yang belum kutemukan celah dimana aku bisa meraup rejekiku sendiri. Maka tidak ada sesuatu yang mustahil jika Tuhan menghendaki. 
***
[ Read More ]
Read more...
Thursday, 10 March 2016

Lagu yang Membuat Michael Jackson Terbunuh

Posted by Julhan Sifadi at 04:55 – 0 comments
 
We've had Enough adalah sebuah lagu yang akan dibawakan Michael Jackson dengan tata panggung dahsyat di konser terakhirnya pada 25 Juli 2009. Tetapi sebelum itu ia meninggal  dunia. Kabarnya ia dibunuh karena mendukung perjuangan rakyat Palestina. 

Lagu itu menceritakan tentang rakyat Palestina tidak bersenjata, yang dibantai secara brutal dan tidak adil oleh Angkatan Pertahanan Israel (IDF). MJ berencana menggunakan lagu itu dalam turnya untuk mengekspos penyiksaan yang dilakukan Israel ini terhadap rakyat Palestina. 

Berikut naskah lagunya :

Love was taken from a young life 
And no one told her why
Her direction has a dimlight 
From one more violent crime
 
Cinta diambil dari kehidupan seorang pemudi…
Dan tidak ada yang mengatakan mengapa…
Pandangannya sayu…
Menyaksikan satu lagi kejahatan yang kejam…

She innocently questioned why 
Why her father had to die
She asked the men in blue
How is it that you get to choose
Who will live and who will die
Did god say that you could decide?

Ia dengan polos bertanya… (lirik bercerita mengenai bocah Palestina yang bertanya pada tentara Israel)
Mengapa ayahnya harus mati…(IDF membunuh ayahnya)
Ia bertanya kepada tentara itu dengan sedih…
Bagaimana kamu yang memilih…
Seseorang itu akan mati atau hidup…
Apakah Tuhan bilang kamu yang harus memutuskan…

You saw he didn’t run
And that my daddy had no gun

Kamu lihat, ia tidak lari… (ayahnya tak bersalah)
Dan ayahku tak bersenjata…

In the middle of a village
Way in a distant land
Lies a poor boy with his broken toy
Too young to understand

Di tengah desa…
Di negeri yang jauh…
Hiduplah seorang bocah miskin dengan mainannya yang rusak…
Masih terlalu muda untuk memahami…

He’s awaken, ground is shakin
His father grabs his hand
Screaming, crying, his wife’s dying
Now he’s left to explain

Ia bangun, tanah disekitarnya bergetar…
Ayahnya meraih tangannya…
Ia menjerit, menangis, istrinya sekarat…
Sekarang tinggal dirinya yang harus menjelaskan…

He innocently questioned why 
Why his mother had to die
What did these soldiers come here for?
If they’re for peace, why is there war?

Ia dengan polos ditanya mengapa…(putranya bertanya mengenai kejahatan Israel di Palestina)
Mengapa ibunya harus mati…(ditangan IDF)
Untuk apa tentara-tentara itu datang kemari…
Jika alasannya untuk perdamaian, mengapa ada perang…

Did God say that they could decide
Who will live and who will die?
All my mama ever did
Was try to take care of her kids

Apakah Tuhan bilang mereka bisa memutuskan…
Siapa yang akan hidup dan akan mati…
Yang ibuku lakukan hanyalah…
Berusaha merawat anak-anaknya…

We’re innocently standing by
Watching people lose their lives
It seems as if we have no voice
It’s time for us to make a choice

Kita hanya bisa berdiri…
Menyaksikan orang-orang kehilangan nyawa mereka…
Tampaknya seolah-olah kita tidak memiliki suara…
Sudah waktunya bagi kita untuk membuat pilihan…

Only god could decide
Who will live and who will die
There’s nothing that can’t be done
If we raise our voice as one

Hanya Tuhan yang bisa memutuskan…
Siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati…
Tidak ada yang tidak bisa dilakukan…
Jika kita mengangkat suara kita bersama-sama…

They’ve gotta hear it from me
They’ve gotta hear it from you
They’ve gotta hear it from us
We can’t take it
We’ve already had enough

Mereka harus mendengarnya dariku…
Mereka harus mendengar darimu…
Mereka harus mendengarnya dari kita…
Kita tidak bisa menahannya lagi…
Sudah cukup bagi kita…

They’ve gotta hear it from me
They’ve gotta hear it from you
They’ve gotta hear it from you baby
We can’t take it
We’ve already had enough

Mereka harus mendengarnya dariku…
Mereka harus mendengar darimu…
Mereka harus mendengar darimu, sayang…
Kita tidak bisa menahannya lagi…
Sudah cukup bagi kita…

Deep in my soul baby
Deep in your soul and let God decide

Jauh dalam jiwaku…
Jauh dalam jiwamu dan biarkan Tuhan yang memutuskan…

Deep in my soul
It’s up to me and i’m still alive
They’ve gotta hear it from us
We can’t take it
We’ve already had enough

Jauh dalam jiwaku…
Semua terserah padaku dan aku masih hidup…
Mereka harus mendengarnya dari kita…
Kita tidak bisa menahannya lagi…
Sudah cukup bagi kita…

It’s going down baby
Just let God decide,

Hal ini akan terjadi, sayang…
Biarkan Tuhan yang memilih…

It’s going on baby
Just let God decide 
Deep in my soul baby
We’ve already had enough

Hal ini berjalan, sayang…
Biarkan Tuhan yang memilih…
Jauh dalam jiwaku, sayang…
Sudah cukup bagi kita…

They’ve gotta hear it from me
They’ve gotta hear it from you
They’ve gotta hear it from us
We can’t, we can’t
We’ve already had enough

Mereka harus mendengarnya dariku…
Mereka harus mendengar darimu…
Mereka harus mendengar darimu, sayang…
Kita tidak bisa menahannya lagi…
Sudah cukup bagi kita… 

Menurut mantan penasehat Michael, Leonard Rowe, penyanyi yang dijuluki ‘King of Pop’ itu pernah mencurahkan rasa cemasnya bahwa ia takut dibunuh. Ada beberapa orang yang sangat menginginkan katalog musik miliknya tersebut. 
[ Read More ]
Read more...
Tuesday, 1 March 2016

Catatan Kecil dari Gunung Lawu

Posted by Julhan Sifadi at 22:50 – 0 comments
 
Sepanjang perjalanan dari Klaten menuju Kabupaten Karanganyar, saya disuguhi oleh pemandangan hijau yang sedikit memanjakan pikiran. Setidaknya suasana itu merenggangkan sel-sel otak dari keriukkan ibu kota Jakarta.

Tujuan saya adalah Gunung Lawu yang konon menyimpan misteri di tiga puncak utamanya yakni Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah.

Tempat tersebut dimitoskan sebagai tempat sakral di tanah Jawa yang diyakini sebagai tempat pamoksan atau pertapaan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Ki Sabdopalon, dan puncak Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dugunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Tempat itu pula konon merupakan pusat kegiatan spiritual di tanah Jawa yang berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.

Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami betul larangan-larangan  tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar si pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Legenda Gunung Lawu sendiri dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit 1400 M pada masa pemerintahan Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas).

Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Raden Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.

Raden Fatah setelah dewasa beragama islam, berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Raden Fatah mendirikan Kerajaan Demak dengan pusatnya di Glagah Wangi yang saat ini Alun-Alun Demak.

Melihat kondisi yang demikian itu sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dalam semedinya didapatkannya pesan yang menyatakan bahwa sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan Demak.

Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu.

Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang kepala dusun yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Merekapun pergi bersama ke puncak Harga Dalem. 

Lalu Sang Prabu bertitah, "Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus mundur, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua makhluk gaib dengan wilayah ke barat hingga wilayah gunung Merapi/gunung Merbabu, ke timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.

Tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu, “Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini.

Singkat cerita Sang Prabu Brawijaya pun bersemedi di Harga Dalem, dan Sabdopalon di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.
Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan atau Cakrasurya, dan Pringgodani.

Hinga saat ini, legenda gunung dengan ketinggian 3.265 meter dari permukaan air laut itu masih tersimpan rapi di tengah masyarakat setempat. 

Gunug Lawu terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yaitu di antara Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" yang diperkirakan terahkir meletus pada tanggal 28 November 1885 dan telah lama tidak aktif. Hal ini terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi.

Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air atau fumarol dan belerang.

Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, dengan obyek wisata utama air terjun Grojogan Sewu  ketinggian 81 meter. Di tempat tetirah ini tersedia berbagai sarana pendukung wisata seperti kolam renang dan berbagai bentuk penginapan.

Dari Tawangmangu dapat dimulai pendakian ke puncak Gunung Lawu (Pos Cemorokandang). Selain itu, dari sini terdapat jalan tembus yang menuju ke Telaga Sarangan di Magetan lewat Cemorosewu.

Tawangmangu berada pada arel pegunungan yang subur dikelilingi oleh hutan dan perbukitan. Namun kota kecil ini telah terkenal hingga ke manca negara karena kawasan ini merupakan obyek pariwisata yang cocok untuk dijadikan pilihan saat berlibur maupun berdarma wisata. Selain udaranya yang sejuk, keindahan alam di sekitarnya tidak kalah menarik dengan kawasan lain di indonesia, terlebih lagi didaerah ini terkenal dengan produksi pertanian penghasil sayur mayur selain dari keberadaan obyek wisata Air Terjun Grojokan Sewu. 

Terdapat pula Cemorosewu, dan Sarangan, sebuah telaga di lereng Gunung Lawu juga dikenal sebagai Telaga Pasir. Sarangan merupakan telaga alami yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Luasnya sekitar 30 hektare dan berkedalaman 28 meter, dengan suhu udara antara 15 hingga 20 derajat Celsius,  Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit yaitu Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Di kaki gunung tersebut juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran seperti Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.
[ Read More ]
Read more...
Older Posts
Subscribe to: Comments (Atom)
  • Terpopuler
  • Terbaru
  • Arsip

Popular Posts

  • Beranda

Tenun Buton

Tour n travel

Archives

  • ▼  2017 (1)
    • ▼  June (1)
      • SMS Teman Lama
  • ►  2016 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (56)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (22)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (13)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  January (3)
 

Pengunjung

Kategori

  • Cerpen (4)
  • Foto (8)
  • Informasi (6)
  • Jual Beli (6)
  • Kesehatan (1)
  • Kisah (15)
  • komedi (1)
  • Motifasiku (18)
  • Musik (3)
  • Narasumber (4)
  • news (8)
  • novel (1)
  • opini (4)
  • Puisi (11)
  • Renungan (50)
  • Wisata (6)
  • www.duniaetnik.com (1)
Powered by Blogger.

Arsip

  • ▼  2017 (1)
    • ▼  June (1)
      • SMS Teman Lama
  • ►  2016 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2013 (56)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (4)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (22)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (13)
    • ►  January (1)
  • ►  2011 (3)
    • ►  January (3)
 
 
© 2011 Julhan Sifadi | Designs by Web2feel & Fab Themes

Bloggerized by DheTemplate.com - Main Blogger